Trend Batu Akik Hanya Sementara ? – Fenomena boomingnya batu
akik di Indonesia oleh beberapa kalangan dinilai tidak akan berlangsung
lama. Pasalnya, fenomena semacam ini pernah terjadi sebelumnya yaitu pada
anthurium, ikan arwana dan burung.
Namun beberapa orang tidak sependapat, salah satunya Tunjung
W Sutirto, seorang pengamat Sosial dari UNS. Menurutnya, batu akik berbeda
dengan burung, ikan atau tanaman. Batu akik tidak bisa dikembangkan secara genetik,
sehingga keindahannya yang alami dapat terus dilihat.
"Sebab itu kemungkinan trend batu akik akan bertahan
lebih lama dibanding tren sebelumnya," kata Tunjung.
Selain itu, keunikan batu akik di tiap daerah berbeda.
Sehingga keragaman batu akik yang tersedia di masyarakat akan terus bertambah
dan ini tidak akan membuat para pecinta batu akik menjadi bosan.
"Namun bagaimana dengan hitung-hitungan akik, kan angel
(sulit)," pungkasnya.
Karena itu estetika yang terkandung dalam batu akik tersebut
sulit diukur apakah barang tersebut betul-betul seharga sedemikian (ratusan
juta, hingga miliaran) atau tidak.
"Karena meski batu berasal dari daerah yang sama, giok
dari Aceh, Bacan dari NTB, Fire opal dari Wonogiri, sama-sama batunya namun
sulit untuk memberikan patokan harga pada barang tersebut," tukas dia.
